Malam ini saya dan kawan satu angkatan di SM mengadakan Meet Up kembali di Warkop Shelter, namun sebelum itu kami mampir dulu ke Sekber untuk mengambil buku bacaan untuk kami baca dan dipresentasikan kembali minggu depan.
Saya berangkat ke Sekber ditemani dengan Hilmy menaiki sepeda motor. Sesampainya disana, kami disambut dengan salaman dan sapaan hangat Mas Adam yang sedang bermain gitar, Mas Time yang sedang menggoreng cabai, dan Mbak Idah yang sedang mengupas bawang merah.
Kemudian kami duduk di kursi, dan berbincang bincang sedikit. Kemudian mbak Idah memberikan buku bacaan tersebut dan saya kebagian buku Lelaki Harimau, saya belum tau pasti buku ini menceritakan apa, namun sepertinya buku ini menarik untuk dibaca. Saya pun akhirnya mulai membaca, namun saya agak sulit untuk memahami bahasa yang dipakai karena lumayan banyak juga menggunakan gaya bahasa yang agak tinggi.
Setelah semua sudah kumpul di sekret dan kamipun sudah makan bersama dengan mbak dan mas nya, kamipun segera berangkat ke Shelter agar tidak terlalu larut pulangnya karena memang kami terkendala oleh kawan-kawan yang ada di asrama, mereka tidak boleh keluar melebihi jam 22.00.
Sesampainya disana, kami segera memesan dan mulai membuat blogrol. Sebenarnya tujuan kami meet up bukan hanya membuat blogrol saja. Namun juga ingin mendiskusikan dan menanyakan mengapa Roro ingin keluar, namun Roro masih belum bisa dihubungi pada saat itu. Kemudian setelah beberapa saat, Roro membalas pesan kami dan dia menjelaskan bahwa dirinya baru saja sampai di kos. Entah dari mana dia, namun itulah yang dikatakan oleh dia.
Kemudian salah satu dari kami pun menjemput Roro dan Eka yang baru saja keluar dari Asrama, setelah menunggu beberapa saat akhirnya Roro pun kami sambut dengan sambutan khas kami. Kemudian kami mulai menanyakan beberapa hal kepada roro, mengenai alasan dia keluar SM, dan kami berusaha semaksimal mungkin agar dia tidak keluar, dan kami pun akhirnya mengantungkan harapan kami kepada Taki, karena Roro hanya mau cerita kepada Taki saja.
Karena saya harus membantu kawan - kawan yang belum membuat blogrol, saya pun tidak menyimak percakapan mereka, karena si Roro juga tidak mau percakapannya terdengar oleh orang lain. Mereka berbincang 4 mata, entah apa saja yang mereka bincangkan saya tidak tau, karena saya terlalu sibuk membantu teman-teman. Namun 1 yang saya tangkap dari Roro, dia sepertinya hanya menginginkan perhatian lebih dari kita semua selaku kawan seperjuangannya, karena mungkin Roro menganggap kita terlalu acuh, padahal tidaklah demikian.
Roro merasa kita sebagai kawannya kuranglah perhatian padanya, namun apa mau dikata, itu adalah prasangka dia yang menjadi hak asasi bagi dirinya untuk menilai kita semua selaku kawan seperjuangannya. Entah itu benar atau tidak, jika analisa saya benar, maka kami selaku kawan-kawan anda akan berusaha memantaskan diri agar kita tidak terpecah belah, namun apabila analisa saya salah. Cukuplah kamu tau apa yang ada dipikiran saya, dan saya meminta maaf atas kesalahan saya.
Setelah itu, semua yang tinggal di asrama pulang dan kemudian disusul oleh kita semua, karena tugas kita telah usai dan selesai. Saya hanya berharap tidak ada perpecahan ditengah kekeluargaan kita. Jika memang kamu (Roro) memutuskan untuk mundur, maka jangan lupakan kami sebagai saudara, jika itu terlalu berat. Maka anggap saja kita sebagai kawan, bukannya lawan
:)
Yang, yang patah tumbuh, yang hilang berganti 😂
BalasHapus