Rabu, 11 September 2019

Ngubek Kutho bg.2

          Dari mojokerto saya pindah ke kota Sidoarjo, tepatnya didesa Prambon. sama seperti di kota sebelumnya, saya kesana dalam rangka refreshing dan sedikit melakukan observasi juga.

          Kebetulan disana saya langsung disambut dengan lomba 17 Agustusan yang agak terlambat. Meskipun agak terlambat, namun itu tidaklah mempengaruhi semangat dan antusias warga untuk memeriahkan acara tersebut. Kemudian saya mendokumentasikan kegiatan tersebut dengan tujuan saya edit dan saya upload di medsos nantinya.

          Setelah itu saya dan kawan saya meninggalkan lokasi tersebut karena sudah masuk waktu dzuhur dan makan siang. Setelah itu saya melihat - lihat kota sidoarjo tersebut, tepatnya di desa Prambon. Ternyata di daerah yang sangat dekat dengan ibukota Jawa Timur memiliki kesamaan terhadap kota saya Jember, yang bisa dibilang, Salah Satu Pucuknya Pulau Jawa Timur. Yaitu mengenai pembangunan yang kurang merata antara pusat kota dengan desa.

          Seperti terjadi kesenjangan dalam segi pembangunan, entah apa penyebabnya. Namun saya menyimpulkan bahwa, semakin kota tersebut maju dalam kategori ke-industriannya. Maka, akan besar pula tingkat kesenjangan dalam segi pembangunan antara pusat kota dengan desa disekelilingnya. Namun itu hanyalah argumen saya, dan saya juga masih mencari tau apa penyebab utamanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar