Rabu, 04 September 2019

Malam

          Malam ini saya dan kawan-kawan seperjuangan saya di SM ada kegiatan Meet Up untuk mempresentasikan hasil dari pemahaman kita selama 1 minggu dari membaca buku. Saya deg-deg an pada awalnya, namun setelah bebarap menit saya mulai bisa beradaptasi dengan keadaan.

          Kemudian presentasi pun dimulai dan yang mengawali presentasi adalah Cahya atau biasa dipanggil cimeng. Cimeng menceritakan dengan cukup detail bagaimana cerita tersebut dikisahkan, hingga sepertinya kami tidak perlu membaca lagi buku yang dibaca oleh cimeng. Namun, mbak Idah akhirnya menghentikan presentasi cimeng yang terlalu gamblang, jadi pada bagian akhirnya kita tidak tau seperti apa cerita tersebut.

          Diskusipun dimulai dan Kita mulai menanyakan mulai dari hal yang sepele atau bersifat teknis, hingga ke yang bersifat pokok atau makna tersirat & pesan yang ingin disampaikan oleh penulis dalam novel tersebut. Yang menjadi fokus saya malah ke latar belakang tokoh utama yang ada dinovel tersebut yang dikisahkan sebagai seseorang yang apatis dan sedikit peduli terhadap sesama dan lingkungan sekitar, bahkan saat ibunya meninggal pun dia tidak menangis dalam kisahnya tersebut. Dan dia juga menembak seorang warga Arab karena warga Arab tersebut mengacungkan sebilah pisau kepadanya, Maka dari situlah yang saya ingin tanyakan kepada cimeng.

          Namun cimeng sendiri tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dimasa lalunya, sehingga dia menjadi kepribadian yang seperti itu, karena di novelnya sendiri tidak diceritakan secara rinci bagaimana masa lalu si tokoh utama ini. Akhirnya kami semuapun mencoba menerka apa yang sebenarnya terjadi dimasa lalunya tokoh utama ini.

          Setelah sudah cukup lama beradu argumen mengenai hal ini kemudian giliran mas Time memberikan pertanyaan, beliau menanyakan apa maksud penulis menggambarkan sosok si tokoh utama ini menjadi seorang yang apatis dan dinilai tidak berprikemanusiaan karena tidak menangis saat ibunya meninggal dan malah pergi berkencan dan nonton film komedi, satu hari setelah ibunya telah tiada.

          Karena tidak ada yang tau, akhirnya mas Time pun memberikan sebuah pernyataan yang sama sekali tidak terlintas dipikiran kita. Maksud dari sang penulis ini menggambarkan sosok marsold menjadi seseorang yang acuh terlebih saat ibunya meninggal adalah, karena sang penulis ingin menunjukan bahwa kita seharusnya tidak melakukan hal yang sia-sia. Seperti marsold yang tidak menangisi ibunya ketika ibunya wafat, karena meskipun dia menangis hingga air matanya mengering dan berganti tangis darah, itu tidak akan bisa merubah realita, Dan ibunya juga akan tetap wafat, tidak mungkin karena tangisannya itu ibunya dapat hidup kembali. Kira-kira seperti itulah makna tersirat yang coba untuk disampaikan oleh sang penulis lewat novel tersebut.

          Sebenarnya masih banyak hal absurd dan makna-makna yang terkadung dalam novel tersebut, namun saat itu sudah larut malam, dan akhirnya saya & adji mendapat giliran presentasi hasil baca kita 1 minggu ini. Setelah selesai presentasi dan sesi tanya jawab juga diskusi, akhirnya pertemuan ini berakhir pada pukul 00.56 dan saya pun akhirnya pulang ke kos.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar