Astaghfirullah Halladzim.....Astaghfirullah Halladzim....Astaghfirullah Halladzim.... Berulang kali kata itu terucap dalam hati dan bibir saya, namun tetap tidaklah bergetar hati ini, seolah hanya merasakan hambar dan bahkan saat saya melaksanakan sholatpun saya tidak merasakan kenikmatan. Berbeda saat saya melaksanakan sholat dirumah dulu.
Saya merasa seperti semakin jauh dan jauh kepada tuhan saya... Allah SWT. Semua itu berawal dari rasa penasaran saya yang ingin mengetahui keberadaan tuhan dan mencoba menerapkan konsep kebebasan berpikir saya. Namun seperti yang pernah dituturkan oleh mas Time/mas Birar bahwa "semakin kamu mencoba mengetahui keberadaan tuhan, semakin jauh pula kamu dengan tuhan. Namun semakin jauh kamu, semakin banyak yang kamu dapat, dan tidak ada jaminan kamu bisa kembali ketitik awal syariat"
Dan kini, mulai ada penyesalan dalam diri saya ketika saya mencoba menerapkan konsep-konsep tersebut, memang ini sangatlah bermanfaat dalam segi Habluminanas atau berhubungan antar manusia, namun ini sangatlah menganggu Hablinallah saya.
Kemudian saya mencoba mengungkapkan keluh kesah saya kepada mas Time, dan mas Time memberikan perumpamaan kepada saya. "Jika hubungan Tuhan kepada hambanya diibaratkan sebuah hubungan romantisme pacaran, maka kamu dulu saat ada dirumah ibarat baru awal pacaran, dan sekarang sedang ada konflik. Namun percayalah jika nantinya setelah ada pertengkaran/konflik ini, maka hubunganmu akan semakin erat lagi"
Dan sayapun meng-amini pernyataan beliau, karena memang tidak ada hubungan tanpa masalah. Namun beliau juga menuturkan "ya...meskipun sekarang hubungan kamu sedang ada masalah, ya bukan berarti kamu jadi lepas tanggung jawab begitu aja. Kamu juga harus mencoba memperbaiki hubunganmu dengan merayu Tuhammu!."
Beliau juga bercerita mengenai perjalanannya mencari tuhan. Beliau pernah mengalami masalah seperti ini. "Jika dibilang putus. Saya sudah putus 2X, bahkan pernah saya mendengar kalimat Allah namun hati saya biasa saja dan saya tidak bereaksi apa-apa". Hal itu membuat saya semakin takut, saya takut jika jalan yang saya tempuh adalah salah. Dan saya takut hingga akhir hayat saya, saya berada dijalan yang salah. 😔😢
Tidak ada komentar:
Posting Komentar