Malam ini saya mengikuti malam Inagurasi Universitas Trunojoyo Madura, semua tampak indah pada awalnya, dan mungkin hanya ada cacat sedikit, yang itu disebabkan oleh pesertanya sendiri.
Kemudian saya mulai untuk bergabung dengan kawan satu kelompok ospek universitas kemarin, kita bernostalgia dan bersuka ria bersama, tak terasa sudah cukup lama kami berbincang hingga pada akhirnya seksi acara mengumumkan kepada peserta bahwa acara akan segera dimulai.
Kemudian masuk lah kami dengan mengisi absen terlebih dahulu dan kami juga dicek oleh petugas, takutnya membawa barang-barang yang dilarang, yang sebelumnya diberitahukan kepada peserta, seperti Miras, Sajam,Makanan & minuman, dan alat berbahaya lainnya.
Kamipun masuk dan lampu mulai dimatikan karena memang acaranya akan segera dimulai. Setelah itu kami melihat banyak sekali perform yang terbaik dari para penampil, seperti Nanggala, Dancer, dan B-Sing. Namun meskipun acaranya seru dan semua bisa menikmatinya. Namun apalah daya, rasa kantuk mulai datang dan saya tidak bisa berbuat banyak untuk melawan kecuali menuruti kebutuhan kantuk saya ini 😂.
Semua berjalan sesuai dengan mestinya, namun saat saya mendengar suara sirine yang tidak asing lagi ditelinga saya, tentu saja saya langsung terjaga dari tidur saya tersebut. Ternyata benar dugaan saya, itu adalah sirine KPK dan mereka masuk bukan untuk membentak - bentak lagi, namun untuk meminta maaf dan wejangan kepada kami dengan sedikit guyonan. Mereka juga berjoged dan seru2 an bersama kami.
Tidak ada yang aneh pada malam itu, semua tampak sempurna dan nyaris tanpa cela, namun mindset saya berubah ketika kita bernyanyi dan berjoged bersama, semua terlihat para putra dan putri bercampur jadi satu, berjoged ria saling berdempet dan bersenggolan. Mungkin untuk sebagian orang itu biasa saja. Namun untuk saya itu sungguh tidak bisa di anggap biasa saja! Karena sudah 2 minggu kita mengikuti ospek dan sudah digembor2 kan mengenai pendidikan dan pembentukan karakter, namun semua itu hancur seketika hanya dengan 1 malam saja. Indah sekali.... 😊
Semua menjadi semakin anarkis! Ketika lagu debu jalanan dikumandangkan, semua anak laki-laki mulai membentuk lingkaran dan melakukan Moshing, dan seperti yang kita tau, Moshing tidak bisa di anggap sebagai tarian yang ramah. Karena itu bukan hanya sekedar tarian biasa, melainkan melibatkan kontak fisik pula.
Sayapun jenuh, dan memutuskan untuk meninggalkan kerumunan ini dan berharap menemukan kebaikan dan kedamaian di belakang. Dan saya mulai menuju kepintu keluar dan harapan saya tentang bisa menemukan kedamaian dan kebaikan ternyata salah. Justru saya menemukan kejanggalan lain, dimana BEM membuka stand jualan minuman, dan saya cuma bisa tersenyum, dan memikirkan apa sebenarnya maksud mereka melarang kami membawa makanan & minuman kepada kami, dan mereka malah membuka Stand di dalam gedung.
"Sungguh malam yang sangat indah"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar