Pagi ini terasa begitu monoton, bahkan sholatpun menjadi semakin terasa hambar dan tak ada sensasi sedikitpun, sangat berbeda jauh dengan dulu.
Entah apakah kini Allah benar-benar marah dan benci kepadaku atau Allah masih sayang kepadaku dan sedang memberikan teguran atas kesalahan-kesalahanku.
Saya ingin menangis, menangis dan berteriak sekencang-kencangnya, namun hati terlalu keras untuk bisa berteriak dengan linangan air mata. Aku benci diriku yang sekarang, diriku yang terasa terus dan semakin jauh kepada tuhan. Bahkan saat sholatku telatpun aku tak merasakan kekhawatiran.
Waktu pun berjalan begitu lambat, dalam perasaanku. Dan aku merasa setiap langkah dan hembusan nafasku adalah dosa dan laknat dari Allah, tuhan saya. Saya merasa pernah menyesal mempertanyakan dan mencoba mencari kebenaran tentang tuhan, bukan malah mengeratkan, namun saya merasa semakin jauh dan nyaris terpisah kedekatan saya kepada tuhan saya.
Kemudian, saya mencoba fokus pada agama saya dulu, dan mengesampingkan pemikiran-pemikiran radikal dan rasionalitas yang berlebih yang saya miliki ini. Namun semua seperti sia-sia. Pemikiran radikal saya tetap ada dan saya merasa tetap jauh kepada tuhan.
Kemudian saya mencoba melupakan masalah saya, dan kebetulan waktu itu kawan-kawan saya mengajak saya untuk berkumpul, dan malam ini seperti tuhan kembali dekat dengan saya, saya merasa seperti saat saya berada dirumah, saat dimana saya dekat dengan Allah SWT. Meskipun saya belum merasakan kenikmatan saat sholat, namun saya merasa bahwa saya sudah mulai dekat dan hubungan saya mulai baik dengan tuhan saya.
Buktinya, saya butuh pengalihan dari masalah saya ini, teman2 saya mengajak saya untuk kumpul, dan ketika saya lapar dan uang nipis, tiba2 juga kawan saya menghubungi saya jika saya disuruh makan disana karena mereka masak nasi dan lauk terlalu banyak. Saya tidak bisa berkata apa-apa lagi selain ucapan "Alhamdulillah hirabbil 'alamin" saya merasa sangat bersyukur, bukan karena saya mendapat rezeki itu. Namun karena saya bisa dekat lagi dengan tuhan saya.
Kemudian saya mencoba untuk sholat isya', ya...meskipun masih terasa hambar, namun masih sedikit ada sensasi rasa tenang, nyaman, damai, dan tentram saat dan setelah sholat. Saya pun merasa bersyukur sekali karena bisa dekat kembali kepada sang maha kuasa Allah SWT.
Lalu bagaimana dengan proses pencarian tuhan dan pikiran2 radikal saya? Entahlah.... Biarkanlah waktu yang berbicara, dan tuhan yang merestuinya 😔😊