Judul : Lelaki Harimau
Penulis : Eka Kurniawan
Genre : Fiksi
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Halaman : 204 halaman
Pada bagian awal diceritakan bahwa Margio adalah bocah yang menggiring babi ke dalam perangkap. Namun di sore ketika seharusnya beristirahat menanti musim perburuan, ia terperosok dalam tragedi pembunuhan paling brutal. Di balik motif-motif yang berhamburan, antara cinta dan pengkhianatan, rasa takut dan berahi, bunga dan darah, ia menyangkal dengan tandas. “Bukan aku yang melakukannya,” ia berkata dan melanjutkan, “Ada harimau di dalam tubuhku.”
Bagi saya ceritanya tidak mudah ditebak. Selain menggunakan alur maju mundur yang cepat, dalam novel ini juga saya temukan beberapa kosakata baru, seperti surau, lenguhan, pejal, begundal, pelor, dan masih banyak lagi. Kata-kata yang sangat jarang, bahkan hampir tidak pernah saya temukan di novel-novel lain.
Nama tokoh-tokohnya pun unik. Di sini semua tokohnya memiliki peran yang penting dan membuat saya bersimpati pada tokoh-tokohnya, terutama pada Margio, Nuraeni, dan Komar bin Syueb. Lelaki Harimau bisa dibilang novel psikologis-magis meskipun sisi magis yang ditampilkan hanyalah sedikit.
Dan menurut saya, Eka Kurniawan adalah seorang penulis yang sangat cerdas dalam memadupadakan kata dan memainkan plot cerita. Ini terlihat dari caranya menyampaikan gagasannya, kata-kata yang digunakannya, dan plot maju mundur yang tidak biasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar