Hari ini adalah hari ke 2 saya membaca buku yang berjudul Atheis tersebut, dan karena saya sudah paham dan tau maknanya, buku itu menjadi biasa-biasa saja dan tidak lagi membuat saya gemetar atau takut saat membacanya seperti pada awal saya mendapat buku tersebut.
Kisah yang ingin saya bagi bukan lagi tentang pengalaman saya mengenai perkuliahan mata kuliah Pengantar Antropologi, saya sangat antusias dan bersemangat untuk mengikuti perkuliahan pada hari ini, karena saya berekspetasi jika mata kuliah Antropologi ini akan terasa seru, bahkab lebih seru dari pada Pengantar Sosiologi, Filsafat, atau bahkan Ilmu Politik.
Namun ada sesuatu yang salah saat sang Dosen mulai memperkenalkan dirinya, beliau berbicara seperti terbata - bata dan terkesan mengeja dan masih berpikir dengan apa yang akan beliau sampaikan, dan saat perkuliahan dimulai, semuanya diluar Ekspetasi saya, KBM dikelas tidak seseru yang saya bayangkan, karena keadaan Dosen yang kurang aktif dan menarik saat berbicara, dan beliau juga terkesan tidak menguasai sedikitpun materi Antropologi, beliau seperti Siswa baru yang sedang melakukan presentasi di kelas.
Dan pada akhirnya saya pun mulai bertanya kepada diri saya sendiri, "ada apa dengan dosen ini?, Apa beliau cuma mau ngetes bagaimana reaksi MABA ketika Dosennya terlihat tidak menguasai MATKUL yang di bawakan, atau memang beliau benar-benar tidak menguasai?". Lalu saya mencoba mengecek pangkat atau titel beliau, dan saya terkejut ketika ternyata beliau memiliki titel "M. Sos." Yang seharusnya beliau sudah sangat paham mengenai materi seperti ini, dan tidak masuk akal rasanya jika beliau tidak mampu menjelaskan dengan sistematis dan terstruktur mengenai Materi Dasar Ilmu Sosial Antropologi seperti ini.
Setelah sudah cukup lama kami mendengarkan beliau mempresentasikan materi, kami pun bingung harus mencatat apa, karena memang tidak ada materi khusus yang kami dapatkan, semuanya seperti mengenai argumen-argumen beliau saja, dan tanpa didasari oleh sumber yang kuat, materi yang disampaikan juga materi biasa yang kita itu sebenarnya sudah tau, atau bisa dibilang pengetahuan umum saja.
Bahkan saat beliau membuka sesi tanya jawab, dan ada salah satu teman saya bertanya bagaimana para arkeolog atau peneliti zaman dahulu mengetahui jika yang mereka temukan adalah fosil manusia purba dan bukannya fosil kera purba, namun beliau malah melempar pertanyaan tersebut kepada kami semua yang ada dikelas, namun tak satupun yang menjawab. Kemudian beliau menjawab pertanyaan tersebut dengan ini "itu kan argumen beliau, jadi sah-sah saja beliau mau berpendapat seperti apa".
What?! Kami semua pun bingung mendengar jawaban tersebut, karena memang sudah tidak nyambung dengan pertanyaan dan juga tidak rasional/logis. Jika sebuah penelitian atau teori hanya dilandaskan dark sebuah pendapat yang tidak memiliki bukti yang kuat dan hanya berdasarkan kata "INI KAN PENDPAT SAYA, JADI YA TERSERAH SAYA". Maka untuk apa kita masih mempercayai teori-teori tersebut, dan untuk apa teori tersebut kita jadikan pondasi atau landasan dan dasar kita untuk belajar suatu ilmu, kenapa kita tidak menciptakan teori sendiri saja, karena kan semua berlandaskan pada "Ini kan pendapat Saya!", Bukankah ketika kita mengikuti sebuah pernyataan yang sudah salah dari dulu itu adalah perbuatan yang Bodoh dan dilakukan secara Masal/Berjamaah?!
Namun saya masih tetap diam dan mendengarkan penjabaran beliau, saya juga memberikan pengertian-pengertian agar kawan - kawan saya tidak menyepelekan beliau, karena jika kita tidak bisa menghormati beliau sebagai seorang Dosen, maka hormatilah beliau sebagai orang tua.
Dan pada akhirnya terbesit dikepala saya, jika saya harus mengetahui latar belakang beliau, menyelidiki apa yang membuat beliau seperti itu, dan mengapa UTM masih mempertahankan Dosen yang seperti itu, bukan untuk saya jadikan bahan hinaan atau gibah, tapi untuk saya jadikan pelajaran dan menerapkan prinsip saya, yaitu saya harus mengetahui orang tersebut sebelum saya mulai menilainya.
Mungkin cukup sekian Catatan Harian saya, doa kan saya dapat mendapatkan informasi yang akurat dan sesuai dengan harapan saya mengenai beliau. Terima kasih sudah membaca kakak-kakak 🙏
Coba ajak dosenmu ngopi hehe
BalasHapusAuto pusing mbak 😂🙏
Hapus